![]() |
| Nadya Hutagalung, from: www.ghiboo.com |
![]() |
| source: www.antaranews.com |
“Gajah mati
meninggalkan gading”. Pepatah tersebut tidak lagi sesuai dengan keadaan saat
ini. Kini, mungkin lebih tepat jika berbunyi “ketika gajah
mati tanpa meninggalkan gading”. Gajah dibunuh karena gadingnya. Ya itulah
faktanya. Mengerikan sekali ketika mengetahui bahwa Asia merupakan pasar dan
pemasok gading gajah terbesar. Tak bisa dipungkiri, hal ini terjadi karena
peminat dan permintaan yang semakin meningkat.
Di industri
mode sendiri, banyak sekali dijual aksesoris fesyen yang terbuat dari gading
gajah seperti; gelang, kalung, cincin, anting dan lain-lain. Mungkin ada
sebagian kecil (keciiil sekali, SANGAT kecil) penjual atau pengrajin yang
mendapatkan gading gajah tersebut dari fosil atau gajah yang sudah mati. TAPI
tetap saja, sulit untuk kita benar-benar mengetahui dari mana gading itu
berasal. Oleh karenanya, kita harus tetap waspada dan menghindari karena
percaya deh, tidak ada cara lain untuk melindungi gajah-gajah itu selain
menghentikan pembelian dan pemakaian aksesori gading gajah.
Terbayang kan?
Ketika kita memakai aksesoris atau menggunakan dekorasi yang terbuat dari gading
gajah, berarti ada seekor gajah yang lucu nan manis menderita entah dimana. Hiiiy..
Selain itu, berarti kita turut melanggar hukum di Indonesia yang meng-ilegalkan
perburuan gading gajah. Oleh karenanya, stop pemakaian dan pembelian aksesoris
yang terbuat dari gading gajah. Tampil stylish dan up to date tetapi masih
dengan cara melukai mahluk lain ciptaan Allah, hmmmm saya sih no ;) hehe setuju
kan?.
With love,
Aquila Nurul Azizah
Note: hentikan juga pemakaian
aksesoris atau outfit lainnya yang berasal dari bulu atau kulit hewan asli
kecuali yang berasal dari hewan ternak. Setidaknya, hewan-hewan ternak tersebut bukan disembelih karena kulitnya semata. Toh
kita juga mengkonsumsi daging, susu dan telurnya.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar