Assalamu’alaikum, kali ini saya
akan membahas tentang bunga. Ya, bunga. Siapa yang suka bunga? Hehe. Tentu yang
akan saya ulas disini bukan bunga bank atau bunga paasir (loh?). Bunga atau flower. Sesuatu yang indah yang
diciptakan oleh Sang Maha Indah. Merupakan rahasia umum bahwa wanita sangat
menyukai bunga-bungaan. Saya pribadi,
pengagum makhluk hidup yang satu ini. Dari mulai bunga tradisional Indonesia
sampai bunga mancanegara seperti Tulip, Bluebell, dan lain-lain. Warna nya yang
cantik menjadi penyemangat dihari yang kelabu. Tidak heran, saat ini banyak
istilah “Flower Power”, karena memang, sekuntum bunga memiliki “power” nya
tersendiri. Dapat mencerahkan hati siapa saja yang melihatnya, mengubah suasana
yang kelam menjadi lebih berwarna *tsaaaah :D.
Bunga adalah simbol keanggunan,
dan selalu melambangkan keindahan yang alami. Saat ini, banyak sekali terdapat
barang dengan motif bunga atau yang biasa kita sebut flower print atau floral print.
Mulai dari outfit sampai interior
rumah. Pada industri Fashion sendiri, dalam menghasilkan sebuah karya, banyak
desainer berbakat yang terinspirasi dari si cantik satu ini.
Ternyata oh ternyata, floral print pertama berasal dari Bangsa Asia dan Timur Tengah (bangga dong menjadi bagian dari bangsa Asia). Seperti dikutip dari Island Window Covering, flower print muncul pada abad ke 12 di Asia Timur dengan kain panel persegi bahan Sutera dengan motif bunga dan hewan. Popularitas flower print kian menyebar hingga ke Eropa dan Timur Tengah.
![]() |
| Flower Print Fabric Photo: cheapfabrics.org.uk |
Ternyata oh ternyata, floral print pertama berasal dari Bangsa Asia dan Timur Tengah (bangga dong menjadi bagian dari bangsa Asia). Seperti dikutip dari Island Window Covering, flower print muncul pada abad ke 12 di Asia Timur dengan kain panel persegi bahan Sutera dengan motif bunga dan hewan. Popularitas flower print kian menyebar hingga ke Eropa dan Timur Tengah.
![]() |
| Embroidered Square animal & Flowers - East Asia 12th-14th Century Photo: www.metmuseum.org |
![]() |
| 1830, floral prints, Victorian Dress Photo: pinterest.com |
Di Jepang dan Korea sendiri, flower print ditampilkan pada kimono
dengan warna-warna cerah dan berani. Sementara pada era Victoria, karya seni flower
print atau floral design menjadi
simbol keanggunan dan kemewahan. Pada zaman dahulu, floral print dibuat secara manual seperti ditenun atau dilukis
langsung diatas kain dan dinding.
![]() |
| Floral Kimono Photo: twelvegoodreasons.wordpress.com |
Hingga tahun 2013, tren floral masih sangat digemari baik untuk home decor atau fashion. Dengan tampilan klasik yang diproses secara modern, flower print dapat diaplikasikan dimana
saja seperti sofa, gordyn, karpet, wall decor, kitchen tools, outfit dan
aksesoris seperti tas, topi, rok, blus dan masih banyak lagi. Kini flower print dapat dibuat menggunakan
cetakan yang dihasilkan komputer, dan lain sebagainya.
Menarik bukan?. Well, kita dapat
mengambil inspirasi dari mana saja, termasuk keindahan alam seperti
bunga-bungaan, the marvel of beauty.
With love,
Aquila Nurul Azizah




Tidak ada komentar:
Posting Komentar